Yogyakarta, 26 Juni 2026 — Pameran Babad Sokaraja: Pameran Seni, Arsip, dan Cerita dari Tanah Sokaraja akan dibuka secara resmi pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Museum dan Tanah Liat (MDTL), Yogyakarta.
Pameran ini merupakan upaya riset, pengarsipan, dan pembacaan ulang terhadap sejarah Lukisan Sokaraja, sebuah tradisi seni rupa rakyat dari Banyumas yang tumbuh sejak pertengahan abad ke-20 dan pernah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Pembukaan pameran dihadiri oleh pelukis lintas generasi, akademisi, pegiat seni, peneliti, serta masyarakat umum. Acara pembukaan akan dibuka oleh Achmad Munjid, M.A., Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, bersama Vicky Rosalina, Koordinator MTN.
Selama beberapa dekade, Lukisan Sokaraja dikenal melalui visual pemandangan alam yang menampilkan Gunung Slamet, sawah, sungai, dan kehidupan masyarakat agraris. Namun, lebih dari sekadar dekorasi dinding, Lukisan Sokaraja merupakan bagian dari sejarah ekonomi kreatif rakyat yang melibatkan pelukis, distributor, penjual keliling, hingga masyarakat yang menjadikannya bagian dari ruang hidup sehari-hari.
Pada masa kejayaannya, terutama pada dekade 1960–1970-an, lukisan-lukisan dari Sokaraja diproduksi secara kolektif dan didistribusikan ke berbagai kota di Indonesia. Puluhan kios lukisan berjajar di sepanjang jalan raya Sokaraja, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat distribusi lukisan rakyat terbesar di Jawa.
Pameran Babad Sokaraja menghadirkan karya-karya pelukis lintas generasi, arsip pribadi, dokumen distribusi, alat produksi, dokumentasi proses berkarya, hingga kisah-kisah para pelaku yang menjadi saksi hidup perkembangan Lukisan Sokaraja.
Sebagian besar narasi dalam pameran ini disusun berdasarkan riset sejarah lisan melalui wawancara dengan para pelukis Sokaraja, termasuk Djamingi, pelukis kelahiran 1940 yang telah berkarya sejak tahun 1957 dan menjadi saksi hidup perjalanan panjang ekosistem lukisan di Sokaraja.
Di tengah perkembangan seni rupa kontemporer dan perubahan lanskap budaya visual, Babad Sokaraja mengajak publik untuk melihat kembali posisi seni rakyat dalam sejarah seni rupa Indonesia. Pameran ini sekaligus membuka ruang dialog mengenai bagaimana tradisi visual lokal dapat terus beradaptasi, bertahan, dan menemukan relevansinya pada masa kini.
Pameran berlangsung mulai 20 Juni hingga 20 Juli 2026 dan terbuka untuk umum.
Informasi Pameran
Judul Pameran:
Babad Sokaraja: Pameran Seni, Arsip, dan Cerita dari Tanah Sokaraja
Periode Pameran:
20 Juni–20 Juli 2026
Jam Kunjungan:
10.00–16.00 WIB
Lokasi:
Museum dan Tanah Liat (MDTL)
Jl. Menayu, Kersan RT 05, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Pembukaan:
Sabtu, 20 Juni 2026
Pukul 19.00 WIB
Tentang Babad Sokaraja
Babad Sokaraja merupakan proyek riset, pengarsipan, dan pameran yang berfokus pada sejarah Lukisan Sokaraja sebagai tradisi seni rupa rakyat di Banyumas. Melalui pendekatan sejarah lisan, pengumpulan arsip, dan kolaborasi dengan para pelukis lintas generasi, proyek ini bertujuan mendokumentasikan ingatan kolektif sekaligus membuka ruang pembacaan baru terhadap posisi seni rakyat dalam perkembangan seni rupa Indonesia.




